Jambore Nasional merupakan pesta penggalang di tingkat nasional. Pesta
sekali dalam seumur hidup yang menjadi ajang rekreasi, ajang bersahabat,
bergembira, dan yang terpenting merupakan ajang berpengalaman.
Jambore Nasional di tahun 2011 ini dilaksanakan di BUMI PERKEMAHAN
TELUK GELAM, KECAMATAN OGAN KOMERING ILIR, PALEMBANG, SUMATERA SELATAN.
Berawal dari seleksi Jambore Nasional yang sangat
ketat karena dari sekian banyak calon yang mengikuti seleksi hanya tiga puluh
dua orang yang terpilih. Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin mengutus delapan
calon anggota seleksi JAMNAS yang terdiri dari empat putra yakni, Syahrul
Ramadhan, Al Qodri Agung Munandar, Digdo Gustiro, dan Muh. Fahmi Hidayat serta
empat putri yakni, ST. Nur Rahmah Irfan, Nurul An'amta, Ismi Novita, dan Nurul
Fadilah.
Sampai di lokasi penyeleksian, kami membangun tenda dan
malamnya kami langsung mengikuti seleksi. Seleksi pertama adalah menjawab soal,
soalnya Alhamdulillah susah. Seleksi dilaksanakan tiga hari berturut-turut
mulai dari LKBB, PHIONERIIG, dan lain sebagainya.
Lama ku menunggu dan akhirya pengumuman pun tiba. Surat..
Ya Surat.., sekolah kami mendapat lima buah surat, surat pertama untuk bina
damping dan empat surat lainnya adalah surat untuk peserta yang lulus seleksi
JAMNAS. Empat orang dari
kami berdelapan bahagia dan empat yang lainnya boleh dikatakan belum beruntung.
Hufftt... ternyata aku terpilih juga sebagai peserta inti Jambore Nasional
2011. Selain aku ada juga tiga temanku yang terpilih, Sahrul, Fahmi, dan
Nurul. Kami berempat tak pernah terpisahkan mulai dari Pramuka Garuda bahkan
sampai di Jambore Nasional kami masih tetap bersama. Akan tetapi peserta
yang terpilih sebagai calon seleksi JAMNAS masih harus mengikuti tiga tahap
pembekalan.
Hari demi hari, bulan demi bulan, kami berempat mengikuti
pembekalan tahap pertama yang di mana kawan kami bertambah. Di pembekalan ini
kami semua tidak mewakili nama sekolah masing-masing, akan tetapi kami semua
bergabung menjadi satu kontingen yang mewakili Kabupaten Gowa. Kontingen
Gowa yaa.. itulah nama kontingen kami.
Setelah mengikuti pembekalan pertama dan kedua tibalah
tahap pembekalan ketiga, yakni pembekalan tahap terakhir. Sayang beribu sayang,
mungkin saat itu Tuhan Yang Maha Penyayang berkehendak lain padaku. Malam itu
pada saat selesai makan, aku terjatuh di samping tenda. Dan di luar dugaanku,
aku tak menyangka bahwa luka pada saat aku terjatuh sangatlah parah. Keesokan
harinya, rasa sakit, cemas, takut dan gelisah menjadi satu. Rasanya tanganku
tak bisa ku gerakkan, angkat barang kecil pun tak bisa. Maka pagi itu ku
putuskan untuk pulang ke rumah dan aku pun pamit kepada salah satu dari kakak
pembina, Kak Ari namanya.
Sesampai di rumah aku langsung dibawa ke tukang urut,
ternyata tanganku seperti hampir patah. Dua minggu berturut-turut aku pergi
berobat tapi tidak jua menunjukkan tanda kesembuhan. Satu bulan kemudian
penderitaanku pun berakhir, Alhamdulillah tanganku sembuh sebelum berangkat Jambore
Nasional.
Setelah mengikuti tiga kali tahap pembekalan, tepatnya
pada tanggal 29 Juli 2011, kami KONTINGEN KWARCAB GOWA siap bertempur di Bumi
Perkemahan Palembang. Sebelum berangkat, kami melaksanakan upacara pelepasan di
Pelabuhan Soekarno-Hatta. Wow... kawanku bertambah lagi, ini baru kami dari
Sulawesi Selatan dan akan ada banyak lagi kawan-kawan yang akan aku temui di
sana nanti.
Sebelum upacara di mulai, ada dua regu yang datang dari
pintu masuk pelabuhan dan sepertinya aku kenal setiap anggota dari kedua regu
itu. Dipimpin oleh Ustadz Akbar Adam dan Ustadz Firmanullah, mereka adalah
utusan Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin. Mereka akan kembali membawa nama
PASUKAN WALKER ke Palembang. Dan ternyata di antara membernya adalah dua orang
dari calon seleksi JAMNAS yang pernah kecewa, Al Qodri Agung Munandar dan Digdo
Gustiro yang akhirnya kekecewaan mereka berubah menjadi kebahagiaan.
Setelah upacara usai, tak lama kemudian KONTINGEN GOWA
siap untuk naik kapal...
Di kapal kami menginap selama dua hari satu malam. Waktu
selama itu kami gunakan untuk berkenalan dengan anggota KWARCAB yang lain. Itu baru di kapal kawan dan teman baruku sudah sangat
banyak.
Banyak susah dan senang yang kami lalui dalam perjalanan
menuju ke Palembang. Hufftt... perjalanan ke Palembang ternyata sangat jauh.
Kami harus naik bus dan kembali harus berlayar dengan kapal feri.
Akhirnya kami sampai juga di Bumi Perkemahan OKI, lokasi
yang lumayan bagus dan cukup luas. Sesampai di sana kami langsung membangun
tenda. Kegiatan JAMNAS belum di mulai pada hari itu, kegiatannya baru di mulai
pada tanggal 2 - 9 Juli 2011.
Keesokan harinya upacara pembukaan pun dimulai. Betapa
senang dan bahagianya aku karena baru kali ini aku bisa melihat Presiden RI, Bapak
Susilo Bambang Yudhoyono dengan mata kepalaku sendiri. Tepat di depan sana
beliau berpidato di atas mimbar, menyaksikan beberapa persembahan yang sangat
indah dan Jambore Nasional 2011 pun resmi dibuka. Sorak-sorai dan tepuk
tangan yang bergembira menggemparkan Bumi Perkemahan Sriwijaya.
Keesokan pagi kegiatan pun dimulai. Seingatku kegiatan
pertama adalah kegiatan persahabatan, tiap kontingen mendapatkan balon
warna-warni yang kemudian dibagikan ke setiap anggota dengan warna yang
berbeda. Setelah itu kami menuju ke lapangan, di sana kami berpisah dan mencari
teman yang warna balonnya sama seperti warna balon yang kami pegang. Biru,
itulah warna balonku. Ternyata warna balon biru sangat banyak, mungkin karena
banyak yang suka dengan warna biru. Setelah
sejam kami berkenalan, semua balon yang kami pegang masing-masing diterbangkan
ke langit. Ternyata
permainannya sangatlah seru dan mengesankan.
Oh aku lupa..., KWARCAB GOWA membawa dua regu putra dan
dua regu putri. Regu 1 Putra namanya REGU SEMUT MERAH dan Regu 2 Putra dijuluki
REGU RAJAWALI. Kemudian Regu 1 Putri disebut REGU BUNGA MAWAR dan Regu 2 Putri
menyandang nama REGU BUNGA ANGGREK.
Nah ANGGREK, itulah nama reguku. Bindapku bernama Kak
Fitri Rachmawati, Pinruku bernama Fitriyani Jufri, Wapinruku bernama Mashitha,
Bendaharaku bernama Miftahul Jannah dan Sekretarisnya adalah aku sendiri.
Hmmm..., Regu Anggrek merupakan regu cerewet, kreatif, mandiri, selalu ceria,
yaa... lumayan kompak, kocak abizz, dan membanggakan. Itu sedikit perkenalan
dari reguku.
Hari keenam pun tiba, pagi itu kegiatan kami adalah
berwisata. Kebetulan pada saat itu saya berwisata di salah satu pondok
pesantren yang ada di Palembang. Pesantrennya indah, bagus, bangunan yang mewah
dan fasilitasnya juga memadai. Sepulang
dari lokasi wisata aku dan Nurul sempat mampir selama lima menit di tenda
KONTINGEN PAPUA dan kami sempat foto bareng bersama mereka. Ahhaiii..., foto dengan orang Papua.
Kurang lebih satu minggu kami bermukim di kota Palembang,
kota yang sangat jauh dari kota kami Makassar. Dan tanpa terasa tibalah hari
terakhir, yakni hari upacara penutupan Jambore Nasional 2011. Kebetulan
tanggal 9 Juli 2011 tengah hari, kontingen kami sudah meninggalkan Bumi
Perkemahan Sriwijaya, jadi kami tidak sempat menyaksikan upacara penutupan
tersebut.
SAYONARA BUMI PERKEMAHAN
SRIWIJAYA.............!!!!!!!!!!!!!
Ya, kami kembali menaiki bus untuk pergi ke Pelabuhan Jakarta,
kalau tidak salah namanya Pelabuhan Tanjung Perak. Kami tiba di sana sekitar
pukul dua malam. Ternyata sampai di sana kami dapat informasi kalau kapalnya berangkat
pada pukul lima sore. Setelah kami mengangkat barang-barang naik ke kapal, kami
mengisi perut yang lumayan keroncongan, hehehe... Setelah itu kami diberi waktu
untuk tidur sampai pukul enam pagi, lalu kami akan mengunjungi MONAS dan Mesjid
Istiqlal yang ada di Jakarta.
Yee..., jam menunjukkan pukul delapan pagi, waktunya kami
akan berangkat... Dengan mengendarai metro mini kami akhirnya sampai juga di
tempat tujuan kemudian pulang dengan selamat. Metro mini ini mengangkut kami
yang sangat banyak di tambah lagi kawan-kawan dari Pasukan Walker. Betapa
asyiknya naik metro mini..., awiiihhh serunya perjalanan kami...
Setelah seharian berkeliling, akhirnya kami kembali ke
pelabuhan. Tibalah jam manunjukkan Pukul lima dan kapal akan segera berangkat.
Dua hari di kapal dan akhirnya kami tiba di kota asal SULAWESI PA'RASANGANTA' . Kami di jemput
oleh mobil SATPOL PP.
Yeye... yeye... sampai ma di sanggar... Di sanggar kami bermaaf-maafan sampai berlinang air mata,
hehehe... Setelah itu, aku
pulang deh ke rumah.
MARS
JAMBORE NASIONAL 2011
Gegap gempita membahana di bumi Sriwijaya
Tunas bangsa bersatu, padu dari seluruh Nusantara
Bahu-membahu dalam semangat
BHINNEKA TUNGGAL IKA
Belajar mandiri, menempah pribadi, menjadi patriot bangsa
JAMBORE NASIONAL, bhakti pada negara
JAMBORE NASIONAL
Bangkitkan semangat DASA DHARMA
JAMBORE NASIONAL, Pramuka Penggalang
JAMBORE NASIONAL, menuju INDONESIA gemilang
PRAMUKA INDONESIA cermat ,semangat, bersahabat
Disiplin di segala tempat, jadi teladan masyarakat
Cerdas bertingkah, bertingkah cerdas
Tangkas dan junjung moralitas
JAMBORE NASIONAL AJANG UNJUK KREATIFITAS